INDEKS LITERASI DIGITAL INDONESIA

Indeks Literasi Digital dalam Peta

Klik lokasi pada peta, atau gunakan filter untuk menampilkan jumlah responden dan nilai Indeks Literasi Digital di masing-masing wilayah.


Tampilkan Data Berdasarkan
atau


Data jumlah responden seluruh provinsi

Metode Survei dan Profil Responden

Survei status literasi digital Indonesia menggunakan metode wawancara tatap muka secara langsung (face to face interview) dengan populasi target adalah warga negara Indonesia yang berusia 13 hingga 70 tahun dan mengakses internet. Sampel survei di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota ini berjumlah 10.000 responden dengan Margin of Error (MoE) +/- 0,98% pada tingkat kepercayaan 95% dan diperoleh dengan metode multistage random sampling.


Berdasarkan usia, sebagian responden berusia dewasa, yang merupakan Generasi Y/Milenial.

Basis: Seluruh Responden

Pengeluaran per Bulan

Indeks Literasi Digital Nasional

Pengukuran Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 mengacu kepada kerangka kerja yang tercantum dalam Road Map Literasi Digital 2020-2024 (Kemenkominfo, Januari 2021). Kerangka kerja ini digunakan sebagai basis dalam merancang program dan kurikulum Program Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia 2020-2024.


Baik

Buruk

Indeks Literasi Digital di Indonesia termasuk dalam kategori sedang dengan skor indeks 3,49. Pilar Digital Culture secara umum mendapatkan skor indeks tertinggi (3,90), sedangkan pilar Digital Safety mendapatkan skor indeks yang paling rendah (3,10).

Indeks Literasi Digital Provinsi

Pengukuran indeks literasi digital ini juga dapat dilihat capaiannya di tiap provinsi. Secara umum, skor Indeks Literasi Digital per provinsi ada di rentang 3,18 hingga 3,71. Skor tertinggi dimiliki oleh Provinsi DI Yogyakarta (3,71) dan skor terendah dimiliki oleh Provinsi Maluku Utara (3,18). Sementara itu, DKI Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki skor Indeks Literasi Digital 3,51 atau sedikit diatas rata-rata nasional.


Baik

Buruk

Akses dan Penggunaan Teknologi Digital

Penelitian ini juga turut mengukur perilaku akses internet pada masyarakat. Perilaku akses internet mencakup kepemilikan media sosial, durasi akses internet, waktu mengakses internet dan aktivitas dalam mengakses internet.


Kepemilikan Media Sosial

Pada data , media yang paling banyak digunakan adalah dan .

Durasi Akses Media Sosial

Pada data tahun 2021, merupakan aplikasi yang paling lama digunakan per hari.

Waktu Mengakses Media Sosial

Pada data , pola waktu akses internet mayoritas responden mengakses internet pada pukul , dan kedua terbesar pada pukul .

Intensitas Penggunaan Internet untuk Kegiatan-Kegiatan

Berkomunikasi lewat pesan singkat (WhatsApp, Line, Telegram, dll)

Di , Intensitas penggunaan internet untuk kegiatan adalah .
Di , Intensitas penggunaan internet untuk kegiatan adalah .